Senin, 10 Juni 2013

BADAI AKAN SEGERA DATANG


“Badai akan segera datang, dan ketika badai itu datang. Engkau akan menyadari betapa banyak yang engkau punya, dan begitu sedikit yang telah engkau berikan”
-kutipan percapakan dari film ‘The Dark Khight Rises’-

Babak baru perjuangan Islam telah di mulai. Tantangan dakwah yang terus menghegemoni, terorganisasi dan juga ‘cerdas’ dalam menjerumuskan umat dalam lubang kenistaan kini semakin berkembang. Di tengah badai krisis keterpurukan, umat Islam direkayasa, dirusak dan diserbu besar-besaran dengan faham pemikiran liberal beserta turunan-turunanya yang membongkar habis-habisan setiap sendi ajaran dan keyakinan umat Islam. Hal ini sangat ironis, karena ujung tombak dari upaya penyebaran faham ini dilakukan oleh para individu, tokoh dan juga cendekiawan yang mengatasnamakan Islam. Ini adalah tantangan yang sangat berat.
D sisi lain, umat Islam masih tertidur dan terlena akan sebuah ancaman yang mungkin akan menghempaskan mereka dari fitrah kemuliaan Islam itu sendiri. Hal ini bisa terlihat ketika banyak orang yang mengaku beragama Islam namun masih enggan untuk memperdalam Islam dan mencari keindahan Islam. Bahkan lebih menyesakkan lagi ketika orang Islam merasa asing dengan nilai Islam itu sendiri. Para ulama yang sudah jelas dinobatkan sebagai pewaris para nabi oleh Allah dipojokkan dan ditentang habis-habisan pendapatnya, sedangkan tokoh idola yang hedonis semakin dipuja dengan ketaatan buta. Nilai kebaikan semakin samar, cahaya Islam semakin pudar tertelan kabut kelemahan umat yang kian merebak. Kemanakah para da’i sekarang?
Cepat lambat badai akan datang. Tanpa menunggu kesiapan siapa yang harus ia hempaskan. Ketika umat masih terlena, ketika para da’i masih disibukan dengan persoalan kecil tanpa menyentuh sama sekali tentang mimpi peradaban Islam. Maka benarlah kutipan di dalam film Batman: ‘The Dark Khight Rises’ bahwasanya Badai akan segera datang, dan ketika badai itu datang. Engkau akan menyadari betapa banyak yang engkau punya, dan begitu sedikit yang telah engkau berikan.
Kita mungkin belum menyadari betapa berharganya Islam yang kita punya sekarang. Sebuah anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk segolongan hamba yang istimewa. Umat yang diyakinkan oleh-Nya sebagai sekelompok manusia terbaik di muka bumi, sebagai khalifah untuk membumikan misi ustadziatul alam. Dengan nilai Islam yang komprehensif mengatur tiap segi kehidupan, ia seharusnya bersinar menerangi umat manusia dan bumi  Allah yang diamanahkan untuk mereka.
 Satu hal yang menjadi akar permasalahan umat dalam keterpurukan ini adalah sebuah komitmen. Dan ini menjawab hampir semua permasalahan dalam gerak dakwah di berbagai medan dan marhalah yang ada. Komitmen berislam secara kaffah, menyerukan kebenaran dengan totalitas dan juga memberikan upaya terbaik dalam proses perbaikan individu dan sosial. Sehingga dakwah tidak hanya diisi oleh orang-orang yang sholih secara individu, tapi juga diisi oleh orang-orang yang pandai menyebarkan Islam secara sosial.
Dalam dakwah, komitmen adalah mutlak. Orang yang berjalan dalan dakwah tanpa membawanya, maka cukup satu pukulan maka ia akan terhempas dalam medan perjuangan dakwah. Padahal dalam dakwah, pukulan itu tidak hanya satu, bahkan puluhan dan mungkin ratusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar